Home » Inspirasi » 2012, sebuah film (tentang) keluarga.

2012, sebuah film (tentang) keluarga.

Meski diawali dengan potongan2 cerita tentang hari kiamat, film 2012 sama sekali tidak menceritakan atau menunjukkan tentang kiamat. Meski digambarkan tentang ‘kehancuran’ bumi, namun itu masih sangat jauh dari gambaran ‘kiamat’ dalam pemahaman saya sebagai muslim. Namun, setidaknya saya jadi tahu, begitulah gambaran kiamat yang ada di benak mereka.

Setelah sempat beberapa hari tertunda karena jadwal ngeMC yang padat, ditambah dengan antrian yang padat merayap, akhirnya hari ini saya dan istri menyempatkan untuk nonton film 2012 yang heboh itu. Bukan karena rasa penasaran saya, tapi lebih karena ingin menyenangkan istri yang penasaran pengen tahu gambaran kiamat. Dan anda tahu komentar istri saya setelah nonton film itu? “lucu ya yach. kiamat kog masih ada yang hidup”. Alhamdulillah… saya setuju dengan istri saya, film itu hanya sebuah sarana hiburan cukup bagus jika kita bisa mengambil sisi positifnya.

Baiklah….. kenapa saya katakan 2012 adalah film keluarga?
Jika anda mengikuti alur ceritanya dengan baik, anda pasti tahu siapa sebenarnya tokoh utama dalam film tersebut. Dia adalah jackson curtis, seorang penulis gagal yang akhirnya menjadi supir dari seorang konglomerat rusia. Tidak diceritakan apa penyebabnya, yang pasti dia akhirnya dia berpisah dengan istri dan anak2nya. Nah, disinilah sebenarnya alur cerita 2012 yang sesungguhnya.

Meski sudah berpisah dengan istri dan anak2nya, ia tetaplah seorang suami dan ayah dari anak2nya, dan ia tak bisa membohongi hati nuraninya. Maka, ketika ia mengetahui informasi tentang akan adanya hari ‘kiamat’, sementara pemerintah sudah menyiapkan ‘kapal luar angkasa’ untuk menyelamatkan orang2 tertentu, ia berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyelamatkan keluarganya. Dengan berbagai cara yang ia ketahui dan ia bisa, ia berusaha membawa keluarganya ke tempat penyelamatan tersebut.

Di bagian inilah sang sutradara kemudian memamerkan spesial efek yang luar biasa, dengan berbagai kehancuran yang membuat kita luar biasa kagum dan ‘merinding’. Merinding? ya, merinding. Kehancuran itu seakan tampak nyata, dan terjadi di depan kita. Dalam hal ini, setidaknya kita harus mengacungkan jempol dan angkat topi untuk efek2 luar biasa yang bisa mereka buat. Namun saya percaya, semua itu masih jauh dari gambaran kiamat yang kita percayai.

Misi penyelamatan ini menjadi menarik karena ikut serta dalam rombongan mereka seorang laki2 yang adalah teman dekat mantan istri jackson. Namun hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat jackson untuk menyelamatkan keluarganya dan gordon, lelaki yang adalah teman dekat mantan istrinya. Bahkan dalam sebuah kesempatan, mantan istrinya tersebut mengakui bahwa ia mencintai gordon. Bukan hanya itu, anak lelakinya bahkan secara terus terang mengatakan bahwa gordon lebih baik dari dirinya.

Bukannya patah arang, ia tetap kekeuh untuk mengantarkan mantan istri dan anak2nya sampai ketempat yang aman tersebut. Awalnya saya menduga, jackson akan tewas dan film berakhir dengan tidak membahagiakan. Namun dugaan saya keliru. Yang tewas ternyata justru gordon, lelaki yang tidak lain adalah saingannya. Meski dengan segala susah payah, ia akhirnya kembali bisa menikmati ‘dunia baru’ bersama istri dan anak2nya. Setidaknya itulah yang tergambar saat film berakhir.

Jackson curtis adalah gambaran (mantan) suami dan ayah yang seharusnya (setidaknya begitu menurut versi saya). Meski (mungkin) sempat melakukan kesalahan, ia akhirnya mengerti arti keluarga yang sesungguhnya. “Rumah adalah tempat dimana kita tinggal bersama-sama” begitu yang akhirnya dikatakannya. Saya yakin, setiap suami dan ayah selalu menginginkan yang terbaik bagi istri dan anak2nya. Meski untuk itu ia harus melakukan lebih dari yang bisa ia lakukan.

Bagi saya, film 2012 sangat layak untuk anda tonton. Jauh lebih layak dari film2 indonesia yang kian gak jelas maknanya, ato sinetron2 indonesia yang sama sekali gak jelas jalan ceritanya. Termasuk juga drama2 kehidupan penuh kepalsuan yang dipertontonkan oleh para pemimpin kita. Di 2012 anda akan melihat sosok ‘presiden’ dambaan kita, yang lebih memilih bersama rakyat yang ia pimpin daripada ‘lari’ menyelamatkan diri. Meski dia tahu, konsekwensi dari pilihannya itu adalah mati.

Kita juga akan melihat sosok Tony. Seorang musikus yang ‘putus hubungan’ dengan anaknya, lalu menyesal karena tidak sempat menyambung silaturahmi.
Ada peryataan menarik dari sang presiden ketika akhirnya dia memilih untuk mengumumkan bahwa ‘kiamat’ segera tiba. “……setidaknya agar setiap orang punya kesempatan untuk meminta ma’af pada orang yang ia cintai…..”.

Saya, anda, dan kita semua tidak tahu pasti kapan kiamat yang sesungguhnya akan terjadi. Namun sebelum kiamat yang sesungguhnya itu terjadi, janganlah kita menciptakan ‘kiamat2′ kecil dalam kehidupan kita.

Jika anda berniat menyaksikan film 2012, saya mengajak anda menonton dari sudut pandang yang sama dengan saya. Ato silahkan jika anda punya sudut positif lainnya. Itu akan lebih bermanfa’at daripada melihatnya sepeti apa yang dikhawatirkan banyak orang. Dan percayalah, 2012 cukup layak anda tonton bersama keluarga sebagai hiburan.

Teteup Semangat !!!

Ryan ‘Master Insight’.

Artikel terkait:

  • belum ada artikel terkait

Langganan artikel via Email

Komentar Anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>