Home » Inspirasi » Curhat aja…..

Curhat aja…..

Akhirnya, kerinduan ini terobati juga. Meski tidak sempat berbincang dan bertukar cerita, namun semuanya terobati dengan kesempatan untuk kembali mendapatkan ‘siraman’ EPOS dari Trainer yang dikenal dengan sebutan Inspirator SuksesMulia. Empat jam masih terasa kurang, bahkan terlalu singkat buat saya yang memang selalu ‘lapar’ dan ‘bodoh’. Namun setidaknya lebih dari cukup untuk meningkatkan kembali energi yang ada, untuk kembali melanjutkan menebar EPOS.

Ingatan saya melayang pada saat pertama kali saya menyimak meteri beliau, melalui sebuah acara bertajuk “Festival Entrepreneur Indonesia”. Sebuah acara ulang tahun dari sebuah komunitas pengusaha bernama Tangan Di Atas. Materi yang beliau sampaikan pada saat itu benar2 mengena dan pas sekali dengan kondisi saya, ato istilah kerennya gue banget. Sejak lama saya percaya, To Be dan Valensi harus dikedepankan daripada To Have. Karena ketika To Be dan Valensi semakin meningkat, maka TO Have akan mengikuti.

menarik kebelakang saat memulai karier saya sebagai pembicara publik (baca penyiar dan MC), saya sama sekali tidak memfokuskan diri pada To Have. Sejak awal, fokus saya adalah membuktikan bahwa saya bisa tampil di depan orang banyak seperti impian masa kecil saya. Saya sengaja menantang diri saya untuk bisa tampil di depan publik, agar saya bisa menghilangkan sebuah ‘penyakit’ yang saya miliki saat saya masih sekolah, yaitu gagap.

Meski ketika harus membaca saya sering ‘macet’ ketika bertemu huruf tertentu, saya terus menantang diri saya agar bisa tampil di depan publik. Mulai dari menjadi petugas upacara ketika SD, sampai menjadi pengurus OSIS saat SMP dan SLTA. Semuanya saya lakukan agar saya bisa menekan penyakit ‘gagap’ yang saya derita.

Fokus pada To Have dan Valensi makin serius saya lakukan ketika saya mulai terjun dan dikenal sebagai MC. sejak awal (dan sampai saat ini) saya tidak pernah memasang tarif untuk mereka yang membutuhkan jasa saya. Saya tetap yakin dan percaya bahwa To have akan mengikuti To be dan Valensi kita. Dan itu dibuktikan oleh waktu. Tidak sedikit diantara klien yang akhirnya memberi lebih dari kesepakatan, karena mereka menilai saya layak mendapatkan lebih dari yang seharusnya mereka berikan.

Hal lain yang sangat mengena adalah pemaparan beliau tentang EPOS ato energi Positif. Sebuah kenyataan yang sejak lama saya percaya namun masih menyimpan banyak tanda tanya, namun terjawab lengkap dengan pemaparan beliau. Kenapa orang yang tidak berTuhan bisa lebih beruntung, kenapa orang yang baik belum tentu kaya, dst, dll. Semuanya seakan menjawab keraguan saya selama ini, bahwa semua akan kembali seperti apa yang kita sebarkan.

Maka ketika beliau mengadakan Training For Trainer, dan membuka kesempatan bagi siapa saja untuk menjadi Gardu Epos, saya menekadkan diri untuk berangkat dan ikut dalam kegiatan tersebut. Tidak semata-mata ingin menjadi trainer, namun karena kesempatan untuk menjadi saluran dari EPOS. EPOS inilah yang kemudian banyak merubah kehidupan kami. Meski belum sepenuhnya sukses, kami menjadi lebih positif dalam memandang segala tantangan dalam kehidupan kami. Dan perlahan namun pasti, hal2 positif itu semakin akrab dalam kehidupan kami.

Kenyataan ini makin menguatkan langkah saya untuk terus menebar EPOS bagi orang terdekat dan lingkungan saya, meski saya masih harus melawan ‘kotak korek api’ yang masih kuat membelenggu saya. Keraguan yang masih harus saya dengan kenyataan, dan bukan dengan kata2.

Dalam satu sesi, beliau meminta salah seorang peserta seminar untuk berdiri dan mengangkat tangannya kesamping seraya mengenggam HP. Berapa lama ia mampu bertahan? 1 jam? 1 hari? ato 1 minggu? Jika HP tersebut kita analogikan sebagai suatu masalah, berapa lama anda mampu menanggungnya?
Anda membutuhkan tempat untuk berbagi, sharing dan mencari solusi.
Meski bukan Inspirator, Provokator, Mentor, atopun tor yang lain. Saya senang jika bisa membantu meringankan beban anda. Meski tidak bisa menjadi solusi atas masalah anda, setidaknya semoga bisa menjadi jalan bagi anda untuk menemukan solusi atas masalah yang anda hadapi.
Saya percaya, setiap kita memiliki peran berbeda dalam kehidupan kita di dunia ini. Dan saya bersyukur, karena saya telah menemukan peran yang harus saya mainkan dengan sungguh2 sebagai wujud syukur saya atas keberadaan saya di dunia.

Meski saya telah mampu menyembunyikan ‘gagap’ saya dalam berbicara, namun saya masih ‘gagap’ dalam menulis. Sehingga, akan lebih mudah bagi saya untuk bercerita daripada menulis. Meski demikian, saya harus terus menulis, agar saya juga bisa menghilangkan penyakit ‘gagap’ saya dalam menulis dan berbagi dengan anda yang jauh.

Setelah membaca tulisan ini, saya mengajak anda melihat video penampilan Inspirator SuksesMulia dengan sebuah cerita berjudul Nina (ada di link fb saya). Cerita inilah yang menguatkan keyakinan saya, bahwa setiap kita harus berbagi dengan apa yang kita bisa, sekecil dan sesederhana apapun itu.

Terimakasih Pak Jamil Azzaini.
salam SuksesMulia,
Teteup Semangat !!!

Ryan ‘Master Insight’.

Artikel terkait:

  • belum ada artikel terkait

Langganan artikel via Email

Komentar Anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>