Home » Inspirasi » Ikuti saja kata hati.

Ikuti saja kata hati.


Kali ini saya tidak ingin sharing tentang apapun, cuman pengen sedikit cerita saja yang tentunya saya harap ada manfa’atnya.

Sekitar 2 tahun yang lalu, saya dan istri bergabung dalam sebuah klub motor Honda Vario Club chapter samarinda. Selama 2 tahun ini, setidaknya kami sudah 2 kali melakukan perjalanan jauh ato dalam istilah kami biasanya disebut touring. Yang pertama adalah desember 2007 kami berangkat ke jakarta, dan agustus 2008 kami berangkat ke jogja. Tapi sebelum melakukan ke-2 perjalanan jauh tersebut, kami memang sudah terbiasa mengendarai motor untuk mudik ke tempat orang tua saya di bontang yang berjarak 122 Km. Dan kadang, jalan2 saja ke balikpapan yang berjarak sekitar 112 Km.

Banyak pengalaman dan hal menarik yang sebenarnya bisa saya ceritakan, tapi ryan akan lebih fokus tentang bagaimana mendahului kendaraan lain ato bahasa sehari-harinya nyalip. hehehe….
Secara teori keselamatan dan untuk keamanan, mendahului dianjurkan menggunakan lajur kanan. Namun ternyata, prakteknya di jalanan tidaklah selalu demikian. Tidak terlalu penting anda akan menyalip dari sebelah mana, selama anda merasa yakin itu aman, lakukan. Dan sepertinya, ini juga berlaku mesti di jalan tol. Karena menyalip lewat kanan juga ternyata gak selalu aman, meski menyalip lewat sebelah kiri lebih beresiko.

Ada banyak hal yang saya perhatikan sebelum menyalip kendaraan di depan saya, dan salah satu yang terpenting adalah apa kata hati saya. Jika memang hati saya mengijinkan untuk melanjutkan, maka saya akan tancap gas untuk melanjutkan. Ato sebaliknya, ketika ada keraguan di hati maka saya akan mengurungkan niat saya untuk tancap gas dan nyalip. Keyakinan di hati saya ini berkaitan dengan kendaraan yang saya bawa, yang tentunya sudah sangat familiar dan kita tahu kekuatannya. Karena kita gunakan untuk keperluan sehari-hari, maka kita sudah tahu betul kemampuan kendaraan kita. Seberapa cepat gasnya ngangkat, dan seberapa cepat dia mampu berlari.

Menyalip akan lebih mudah dan aman jika kita berada di jalanan yang membebaskan pandangan kita. Artinya, kita bisa dengan bebas melakukan pengamatan sebelum menyalip. Tidak ada sesuatu yang menghalangi pandangan kita, untuk memastikan bahwa kita bisa dengan aman menyalip. Salah satu alasan saya senang bermotor (selain karena memang belum punya mobil), adalah karena motor badannya lebih kecil dan lebih mudah untuk nyalip atopun nyelip. Tentu hal ini tidak mudah dilakukan oleh mobil, apalagi dengan kendaraan yang lebih besar lagi.

Kadang ketika sedang memboceng teman, ia juga memberikan masukan apakah kondisi sudah cukup aman untuk menyalip ato belum. Tapi apapun masukannya, jangan pernah lupa. Andalah yang memegang kemudi, andalah yang tau pasti kekuatan kendaraan yang anda bawa, dan kata hati anda pasti akan memberikan jawaban apakah anda memang sudah siap untuk mendahului ato harus sabar menunggu giliran.

Jadi untuk menyalip saya tidak selalu dari kanan, kadang juga harus dari kiri. Asal memang kondisi aman, dan kata hati saya mengijinkan saya untuk mendahului. Semakin besar kendaraan yang anda bawa, maka perhitungan anda harus semakin matang sebelum menyalip, dan tentunya akan lebih banyak yang harus anda pertimbangkan. Kalo di analogikan dengan bisnis, bisa gak ya?!
Jadi pengen touring lagi nech…

Salam SuksesMulia,
Teteup Semangat !!!

Artikel terkait:

  • belum ada artikel terkait

Langganan artikel via Email

Komentar Anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>