Malam pergantian tahun baru saja kita lewati, aromanya bahkan masih sangat terasa hingga saat ini. Setiap orang punya cara berbeda menyambut pergantian tahun, namun secara umum biasanya mereka berkumpul dan melewatkan malam tersebut dengan orang2 terdekat. Entah itu kumpul dengan keluarga, teman2 kerja, kelompok pengajian, ato sengaja mengunjungi berbagai tempat yang menyediakan aneka pilihan hiburan menyambut pergantian tahun.
Sejak kecil, saya menganggap tidak ada yang istimewa dengan malam tahun baru. Mungkin karena saya berasal dari keluarga yang cukup (cukup miskin maksudnya), sehingga kami tidak pernah secara khusus membuat acara malam pergantian tahun, ato bahkan menyediakan budget khusus untuk merayakannya. Yang membuat saya senang setiap menyambut malam tahun baru adalah karena biasanya bapak mendapatkan jatah undangan dari perusahaan tempatnya bekerja, untuk ikut hadir merayakan tahun baru di perusahaan penghasil gas alam terbesar di dunia tersebut. Dan dengan undangan itu, saya dan keluarga berkesempatan untuk menikmati snack dan soft drink yang masih menjadi ‘barang mahal’ bagi kami.
Namun seiring dengan waktu dan usia, saya kemudian lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah dan menikmati malam tahun baru dengan menyaksikan layar kaca yang menawarkan berbagai pilihan acara yang cukup berbeda (menurut saya). Sampai pada satu kesempatan saya membayangkan, betapa sungguh menyenangkan, bisa melewati malam tahun baru dengan mendapatkan manfa’at langsung dari kemeriahannya. Apalagi pada setiap kesempatan, layar kaca menayangkan betapa para pekerja hiburan akan panen saat malam pergantian tahun. Mereka bisa mendapatkan bayaran yang berkali lipat dibandingkan pada hari biasa.
Impian itu kemudian menjadi nyata, ketika saya mulai terjun ke dunia Master Of Ceremony. Kebanyakan malam tahun baru selalu saya lewati dalam suasana pesta yang meriah, entah itu tempat terbuka ato hotel mewah. Karena memang saya tidak menganggap istimewa malam tahun baru, saya merasa tidak perlu untuk menyediakan waktu khusus untuk mengucapkan selamat tahun baru, baik itu kepada orang terdekat sekalipun. Kalopun saya mengucapkan selamat tahun baru kepada mereka yang hadir dalam acara yang saya pandu, itu adalah semata-mata karena tugas saya sebagai MC. Bahkan saya juga tidak melakukan yang seperti banyak orang lakukan, melakukan intropeksi ato perenungan ato entah apa namanya. Bagi saya, semua itu harusnya dilakukan tanpa harus menunggu saat pergantian tahun baru.
Dan saya menikmati itu. Maka kemudian saya lebih memilih untuk tetap menjalankan ‘tugas’ meski pada malam tahun baru, dimana kebanyakan orang lebih memilih untuk melakukan hal yang tidak menghasilkan dan bermanfa’at. Maka jika memang memungkinkan, saya ingin perayaan tidak hanya dilakukan saat pergantian tahun saja, mungkin malah setiap pergantian bulan. Hehehehehe…..
Setiap pilihan ada konsekwensinya, dan saya sudah mengetahui konsekwensi dari profesi yang saya pilih, merayakan malam tahun baru tidak dengan keluarga ato teman2 terdekat. Namun saya masih bersyukur, istri bisa memahami dan bersedia menemani setiap kali saya betugas. Siap ato tidak, mau ato tidak, saya harus bertangung jawab pada pilihan saya sendiri. Bertugas ketika kebanyakan orang berlibur. Namun saya sendiri lebih suka mengistilahkan bertugas sambil berlibur dan menghibur. Kenapa bisa begitu? Mungkin karena rasa suka ato kecintaan saya akan profesi yang saya jalani, sehingga setiap menjalankan ‘tugas’ merupakan sebuah tantangan dan hiburan yang sangat saya nikmati. Kepuasan klien dan ucapan terimakasih mereka sanggup menghilangkan rasa capek selama hampir 5 jam melaksanakan tugas. Ditambah lagi ketika harus membubuhkan tanda tangan pada sehelai kwitansi, dengan nilai yang bisa 2 hingga 3 kali lipat dibandingkan bertugas pada hari2 biasa. Alhamdulillah……
Saya bukanlah orang yang suka dengan pesta. Bahkan saya jarang mau hadir ke acara pesta dimana saya tidak terlibat langsung di dalamnya, apalagi jika harus membayar untuk menghadirinya. Namun, tuntutan pekerjaan dan profesi mengharuskan saya mencintai pesta, seperti saya mencintai profesi saya. Semua semata-mata agar saya bisa menjalankan tugas dengan sebaik mungkin, meski ketika diluar tugas saya selalu menghindari pesta.
Jika dulu saya adalah orang yang biasa saja menyambut perayaan malam tahun baru, valentine, ato berbagai perayaan lainnya. Maka sekarang saya adalah orang yang paling menunggu hari2 itu datang. Hari dimana banyak tempat mengadakan berbagai acara dan perayaan. Hari dimana saya memiliki kesempatan untuk menunjukkan eksistensi diri saya sebagai seorang MC. Hari dimana saya bisa ‘numpang’ merayakannya bersama istri saya, gratis dan bahkan dibayar pula. Bagaimana kalo ternyata tidak ada yang menggunakan jasa saya pada perayaan2 tersebut? saya sudah cukup bahagia bisa menikmati setiap waktu berdua dengan istri saya, dalam suasana sederhana sekalipun. Ada perayakan ato tidak, buat kami tidak pernah jadi masalah. Namun saya lebih senang jika ada perayaan, kemudian mereka meminta bantuan dan jasa saya untuk lebih memeriahkan suasana.
Wuih….. jadi gak sabar nunggu pesta berikutnya…..
salam SuksesMulia.
Teteup Semangat !!!
Ryan ‘Master Insight’.
Komentar Anda:
Recent Comments